Cara membuat dashboard
Dashboard Excel adalah alat visual yang membantu
Anda menyajikan data dengan cara yang lebih mudah dipahami. Dengan fitur
seperti pivot tables dan grafik, Anda dapat menganalisis data secara efisien.
Namun, ketika Anda bekerja dengan data dalam jumlah besar, Excel memiliki
keterbatasan yang dapat memperlambat proses analisis.
Dashboard ini fleksibel dan dapat disesuaikan, sehingga
pengguna dapat memfilter, menelusuri, atau memotong data secara real time untuk
mendukung pengambilan keputusan yang tepat. Berikut adalah beberapa manfaat
lain dari penggunaan dasbor Excel:
- Memberikan
gambaran umum yang mendetail tentang Indikator Kinerja Utama bisnis Anda
secara sekilas
- Menambah
rasa akuntabilitas karena setiap orang dan departemen dapat melihat area
yang perlu ditingkatkan
- Memberikan
kemampuan analisis yang kuat dan perhitungan yang kompleks
- Membantu
Anda membuat keputusan yang lebih baik untuk bisnis Anda
Langkah-Langkah Membuat Dashboard di Excel :
Langkah 1: Impor data yang diperlukan ke
dalam Excel
tidak ada data . Tidak ada
_dashboard .
Jadi, hal pertama yang harus dilakukan adalah membawa
data ke dalam Microsoft Excel.
Untuk mengimpor data, Anda bisa:
- Menyalin
dan menempelkannya
- Menggunakan
API seperti Supermetrics atau Open Database Connectivity (ODBC)
- Menggunakan
Microsoft Power Query, sebuah add-in Excel
Cara yang paling sesuai pada akhirnya akan bergantung
pada jenis file data Anda, dan Anda mungkin harus meneliti cara terbaik untuk
mengimpor data ke Excel.
Langkah 2: Analisis data
Meskipun langkah ini mungkin sulit, langkah ini akan membantu menciptakan dasbor yang tepat untuk kebutuhan Anda.
Perhatikan semua data mentah yang telah Anda kumpulkan, pelajari, dan tentukan apa yang ingin Anda gunakan dalam lembar dasbor.
Dalam contoh kita, kita ingin memvisualisasikan hasil analisis penjualan Zara Store
Mengetahui tujuannya akan memudahkan pekerjaan dan membantu Anda menyaring semua data yang tidak perlu.
Menganalisis data Anda juga akan membantu Anda memahami berbagai alat yang mungkin ingin Anda gunakan di dasbor.
Beberapa pilihannya meliputi:
- Grafik: untuk memvisualisasikan data
- Rumus Excel: untuk kalkulasi dan pemfilteran yang rumit
- Pemformatan bersyarat: untuk mengotomatiskan respons spreadsheet terhadap titik data tertentu
- PivotTable: untuk mengurutkan, mengatur ulang, menghitung, mengelompokkan, dan menjumlahkan data dalam tabel
- Power Pivot: untuk membuat model data dan bekerja dengan kumpulan data yang besar
Langkah 3: Membuat grafik pada pivot
Setiap pivot table
kemudian divisualisasikan dalam bentuk grafik untuk mempermudah interpretasi
data. Grafik kolom digunakan untuk menampilkan penjualan berdasarkan Product dan Location,
grafik batang untuk SalesmanName, serta grafik garis untuk
menunjukkan tren penjualan berdasarkan Month.
Grafik-grafik ini berfungsi untuk menampilkan perbedaan dan pola penjualan ZARA secara visual sehingga lebih mudah dipahami dibandingkan tabel angka.
Langkah 4: Membuat grafik pada pivot
Setiap pivot table kemudian divisualisasikan dalam bentuk grafik untuk mempermudah interpretasi data. Grafik kolom digunakan untuk menampilkan penjualan berdasarkan Product dan Location, grafik batang untuk SalesmanName, serta grafik garis untuk menunjukkan tren penjualan berdasarkan Month.
Grafik-grafik ini berfungsi untuk menampilkan perbedaan dan pola penjualan ZARA secara visual sehingga lebih mudah dipahami dibandingkan tabel angka.
Langkah 5: Menyusun dashboard penjualan
Grafik yang telah dibuat dipindahkan ke menu
dashboard yang berfungsi sebagai halaman dashboard utama. Tata letak
grafik diatur agar rapi, seimbang, dan mudah dibaca oleh pengguna.Pada bagian
atas dashboard ditambahkan judul “SALES DASHBOARD ZARA” sebagai
identitas visual, sehingga dashboard terlihat profesional dan terstruktur.
Langkah 6: Finishing Dashboard
Dashboard dipastikan tidak terlalu padat dan setiap
elemen visual memiliki fungsi yang jelas dalam menyampaikan informasi penjualan
ZARA.
Comments
Post a Comment